PPUKM – IPB

Program Perkuatan Unit Usaha Kecil & Menengah Produk Agroindustri – IPB
Random Image

::: PPUKM - IPB ~ Program Perkuatan Unit Usaha Kecil & Menengah Produk Agroindustri - Institut Pertanian Bogor (Bogor Agricultural University) ::: ... more


Archive for the ‘Kegiatan’


PPUKM IPB di Seminar Nasional BBRP2B Jakarta

PPUKM IPB berpartisipasi dalam Seminar Nasional Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan II (Pengolahan Produkdan Bioteknologi sebagai Ujung Tombak Pencapaian Indonesia Penghasil Produk Kelautan dan Perikanan Terbesar  2015) yang diselenggarakan di Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, Slipi Jakarta pada tanggal 9 Agustus 2010. Makalah yang disampaikan dalam seminar itu adalah “Perubahan Karakteristik Surimi Ikan Air Tawar Akibat Pengaruh Pengkomposisian Dan Penyimpanan Dingin” dan “Bakso Ikan Lele (Clarias sp.) Aneka Warna Sebagai Alternatif Jajanan Anak Sekolah. Adapun abstrak dari makalah tersebut sebagai berikut.

Read More

Seminar Nasional II: Keamanan Dan Mutu Produk Agroindustri

Seminar Nasional II: Keamanan Dan Mutu Produk Agroindustri
(Sistem Jaminan Keamanan dan Mutu Produk Berbasis Peternakan & Perikanan)

Dari sisi investasi, sektor agroindustri khususnya agroindustri berbasis  peternakan dan perikanan memiliki peluang yang sangat menarik. Terjadinya krisis moneter dan ekonomi yang menggeser paradigma pembangunan di sektor ekonomi dari broad based spectrum economy menjadi resource based economy semakin mengkongkritkan peluang tersebut.  Pada sisi yang lain, produk-produk agroindustri Indonesia harus semakin kompetitif, sebagai dampak dari ditandatanganinya kesepakatan akhir GATT Putaran Uruguay di Marakesh-Maroko oleh pemerintah Indonesia.  Produk-produk agroindustri yang dihasilkan dituntut untuk dapat bersaing di pasar global dan produk lokal/nasional yang ada dapat menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.

Salah satu kunci memenangkan persaingan ini adalah keamanan dan mutu produk yang tinggi. Diantara produk-produk agroindustri yang ada, maka produk agroindustri berbasis peternakan dan perikanan perlu lebih menjadi perhatian. Hal ini disebabkan sifat kedua produk tersebut yang sangat mudah rusak (highly/very highly perishable food). Dengan demikian, harus ada suatu sistem jaminan keamanan dan mutu untuk produk-produk tersebut agar dapat memberikan jaminan mutu (quality assurance) bagi konsumen.

Berdasarkan beberapa pertimbangan di atas, maka P2SDM & CENTRAS- LPPM IPB bekerja sama dengan Ditjen Peternakan-Kementerian Pertanian, Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil-Kementerian Kelautan dan Perikanan, SEAFAST Center dan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) bermaksud untuk mengadakan acara berupa SEMINAR NASIONAL II dengan tema: “Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Produk Berbasis Peternakan dan Perikanan” yang akan diikuti oleh berbagai kalangan, baik sebagai Staf/Pejabat Pemerintah dari Dinas Terkait, Dosen/Peneliti, Praktisi di Industri Swasta/BUMN/BUMD, LSM dan mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Kegiatan Seminar Nasional ini merupakan seminar seri-2 dilangsungkan, untuk melihat perkembangan isu-isu terkini terkait tema seminar di atas.  Seminar sehari ini akan dilakukan pada tanggal 20 Juli 2010 di Kampus IPB Baranangsiang – Bogor.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sekretariat Panitia:
Pusat Studi Hewan Tropika (CENTRAS)
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Institut Pertanian Bogor
Jalan Raya Pajajaran, Kampus IPB Baranangsiang-Bogor
Telp/Fax. (0251) 8350413
E-mail Panitia: seminas.keamananmutu@yahoo.com
Hotline service: 08129863130.

Training HACCP Angkatan XIII (19-23 Juli 2010)

TRAINING HACCP ANGKATAN XIII
SERTIFIKASI PERSONIL PENANGGUNG JAWAB MUTU
PADA AGROINDUSTRI PERIKANAN-PETERNAKAN-PANGAN
(Bogor & Jakarta, 19-23 Juli 2010)

Sistem manajemen mutu keamanan pangan (berbasis produk-produk perikanan/peternakan/pertanian tanaman pangan & hortikultura/perkebunan/kehutanan) yang diwajibkan oleh pemerintah Indonesia adalah sistem yang menerapkan konsepsi Hazard Analysis & Critical Control Points (HACCP). Implikasinya, agribisnis/agroindustri berbasis produk perikanan/peternakan/pertanian tanaman pangan & hortikultura/perkebunan/ kehutanan/pangan harus memiliki Penanggung Jawab Mutu/ Keamanan Pangan (sebagai manager quality control/quality assurance) yang bersertifikat HACCP tersebut. Melalui pelatihan ini diharapkan akan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta pelatihan tentang konsepsi HACCP dan implementasinya pada agribisnis/agroindustri berbasis produk-produk perikanan/peternakan/pertanian tanaman pangan & hortikultura/perkebunan/kehutanan/pangan (tradisional dan modern).

Read More

PPUKM IPB di Seminar Nasional Kelautan VI Hang Tuah

PPUKM IPB berpartisipasi dalam Seminar Nasional Kelautan VI (Global Warming dalam Perspektif : Peluang dan Tantangan) yang diselenggarakan di Universitas Hang Tuah Surabaya pada tanggal 22 April 2010. Makalah yang disampaikan dalam seminar itu adalah “Model Pengembangan UKM Ikan Asap di Indonesia oleh Perguruan Tinggi (Studi Kasus : Pelaksanaan PPUKM-IPB dalam Asistensi Teknologi Ikan Asap Khas Daerah)“. Makalah ini disusun dari hasil pengalaman dan penelitian PPUKM-IPB enam tahun terakhir ini dalam mengembangkan dan memperkuat unit usaha kecil dan menengah (UKM) ikan asap di Indonesia.

Kegiatan perkuatan UKM ikan asap ini sebagian didanai oleh Kementerian Negara Riset dan Teknologi melalui program insentif Kementerian Negara Riset dan Teknologi 2010. Adapun abstrak dari makalah tersebut sebagai berikut. Read More

Pameran Produk UKM Binaan LPPM IPB

Sekitar 30 Usaha Kecil Menengah (UKM) mengikuti Pameran Produk UKM Binaan IPB bertajuk ’Mengisi Kemerdekaan Indonesia dengan Pemberdayaan UKM yang Lebih Mandiri’. Acara ini diselenggarakan 14-16 Agustus 2009 di Taman Koleksi Kampus IPB Baranang Siang. Acara diawali pembacaan laporan oleh Ketua Panitia, Prof.Dr.Musa Hubeis. ”Pameran ini dalam rangka meningkatkan kualitas produk UKM, disamping itu mengenalkan UKM binaan IPB ke masyarakat,” kata Prof. Musa. Perwakilan PT. BNI Sentra Kredit Kecil Djuanda, Bogor, Edi Taryono, SE, MM mengatakan bantuan kredit BNI yang diberikan kepada UKM bersifat corporate social responsibility (CSR) yang alokasinya terbatas. ”Seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), masyarakat harus mengajukan usahanya untuk didanai. Saya juga mengharapkan kerjasama dinas-dinas untuk membina dan mengarahkan UKM sehingga bantuan kita dapat bermanfaat optimal.”

BNI telah memberikan bantuan kredit pada 59 UKM binaan IPB. Dalam sambutannya, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB, Prof. Dr. Bambang Pramudya menyampaikan apresiasinya terhadap BNI yang telah mengucurkan kredit kecil bagi UKM. ”BNI merupakan satu-satunya bank mitra IPB yang mau memberikan bantuan kredit kecil pada UKM binaan IPB. Semoga di masa depan langkah ini diikuti bank lainnya,” ujar Prof. Bambang. Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala LPPM IPB.

sumber : situs IPB