<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PPUKM - IPB &#187; ukm</title>
	<atom:link href="http://ppukm.ipbana.com/tag/ukm/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ppukm.ipbana.com</link>
	<description>Program Perkuatan Unit Usaha Kecil &#38; Menengah Produk Agroindustri - IPB</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 Jul 2011 02:21:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>IPB Berikan Pelatihan E-Market Bagi UKM</title>
		<link>http://ppukm.ipbana.com/ipb-berikan-pelatihan-e-market-bagi-ukm/</link>
		<comments>http://ppukm.ipbana.com/ipb-berikan-pelatihan-e-market-bagi-ukm/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 07:14:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[e-market]]></category>
		<category><![CDATA[ipb]]></category>
		<category><![CDATA[ukm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppukm.ipbana.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Pusat Penelitian dan PengembanganKewirausahaan (P3K) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM),Institut Pertanian Bogor (IPB) kerjasama dengan Kementerian Usaha Kecil danMenengah menggelar “Pelatihan Pengembangan E-Market untuk UKM” di IPBInternational Convention Center (IICC), Rabu (14/7) Bogor.
E-marketing atau pemasaran produksecara on line diartikan sebagai aplikasi penggunaan teknologi informasi yangdapat menyajikan informasi tentang produk pada pengguna dan dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pusat Penelitian dan PengembanganKewirausahaan (P3K) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM),Institut Pertanian Bogor (IPB) kerjasama dengan Kementerian Usaha Kecil danMenengah menggelar “Pelatihan Pengembangan E-Market untuk UKM” di IPBInternational Convention Center (IICC), Rabu (14/7) Bogor.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-161"></span>E-marketing atau pemasaran produksecara on line diartikan sebagai aplikasi penggunaan teknologi informasi yangdapat menyajikan informasi tentang produk pada pengguna dan dapat melakukantransaksi dengan pengguna di lokasi yang berbeda, sesuai dengan tujuan yangdiinginkan, yaitu promosi dan pemasaran produk pada pelanggan.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu dipaparkan oleh salah satustaf pengajar Departemen Teknologi Industri Pertanian IPB, Dr. Hartrisari H.Hardjomidjojo, dalam memberikan materi dengan tema “Konsep, Manfaat danPersiapan Implementasi E-Market untuk UKM”.</p>
<p style="text-align: justify;">Peserta yang merupakan pelaku UKMsekitar Bogor dan Bandung ini diberikan beberapa materi terkait dengan E-Marketing.Diantaranya adalah, Desain Website untuk E-Market, JOOMLA Open Source Software,penyusunan Website untuk UKM menggunakan JOOMLA dan Green Technologi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ada beberapa keuntungan memasarkanproduk secara online, diantaranya adalah, dapat diakses dimana saja,tanpa batas negara, keterjangkauan pasar, banyak informasi yang disampaikan danhubungan yang lebih efektif,” ujar Dr. Hartrisari dalam pemaparannya itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain keuntungan Dr. Hartisarijuga menjelaskan beberapa resiko yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaanpemasaran secara online diantaranyaadalah ketahanan website (hacker, virus, collapse dst.). Pemasaransecara online kadang bisa mengganggu pelanggan/ mengganggu privacy, daninformasi yang diberikan kadang diabaikan karena tidak tepat sasaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, di dalamsambutannya, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)IPB, Prof. Dr. Bambang Pramudya, mengharapkan kegiatan ini dapat membantu paraUKM di dalam memasarkan produk dan dapat meningkatkan kapasitas produksi pelakuUKM.</p>
<p style="text-align: justify;">“Permasalahan yang sering dialamioleh pelaku UKM adalah,  modal awal,Sumber Daya Manusia (SDM),  pemasaran danpendampingan. Hari ini kita mencoba mengembangkan pemasaran dengan teknologiIT, dengan menggunakan e market. Mudah-mudahan pelatihan ini bisa membantu pelaku UKM di dalam memasarkan produknya,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pelatihan ini digelar selama 2 haridan dibuka secara resmi oleh Asdep Urusan Penelitian UKM Kemenkukm, Ir. MartonoDjohari, MABM., dan juga dihadiri salah satu Pusat Penelitian dan PengembanganKewirausahaan (P3K) IPB Prof. Dr. Ir Hadi Karya Purwadaria, M.Sc. (man)</p>
<p style="text-align: justify;">sumber : <a href="http://www.ipb.ac.id/?b=1678">situs ipb</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppukm.ipbana.com/ipb-berikan-pelatihan-e-market-bagi-ukm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gurihnya Ikan Asap Asal Citayam</title>
		<link>http://ppukm.ipbana.com/gurihnya-ikan-asap-asal-citayam/</link>
		<comments>http://ppukm.ipbana.com/gurihnya-ikan-asap-asal-citayam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 May 2010 03:51:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[UKM Mitra]]></category>
		<category><![CDATA[amril]]></category>
		<category><![CDATA[citayam]]></category>
		<category><![CDATA[ikan asap]]></category>
		<category><![CDATA[ukm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppukm.ipbana.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Kalau sedang melintas di sekitar kawasan Citayem, Jawa Barat, jangan lupa untuk mampir membeli oleh-oleh ikan asap buatan H. Amril Lubis. Pendek kata, belum afdhol jalan ke Citayem kalau belum mencicipi ikan asap ini.
Apalah arti sebuah nama. Begitu kata pujangga besar Shakespeare. Namun dalam bisnis, nama ter-nyata sangat penting, terutama nama merek dagang. Tanpa merek [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kalau sedang melintas di sekitar kawasan Citayem, Jawa Barat, jangan lupa untuk mampir membeli oleh-oleh ikan asap buatan H. Amril Lubis. Pendek kata, belum afdhol jalan ke Citayem kalau belum mencicipi ikan asap ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-145"></span>Apalah arti sebuah nama. Begitu kata pujangga besar Shakespeare. Namun dalam bisnis, nama ter-nyata sangat penting, terutama nama merek dagang. Tanpa merek dagang, tentu konsumen akan bingung menyebutkan merek produk yang ingin dibelinya. Dan ujungnya, tentu akan mengganggu pertumbuhan penjualan.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Haji Amril Lubis misalnya, akhirnya memberanikan diri memakai merek dagang untuk produk ikan asap. Meski sudah membuka usaha ikan asap sejak tujuh tahun silam dan memiliki pelanggan yang cukup banyak, namun baru tahun ini H. Amril Lubis mulai percaya diri untuk memakai merek dagang untuk produknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kakek berusia 62 tahun yang akrab dipanggil Pak Haji ini akhirnya memberanikan diri melaunching produk ikan asap asal Citayem dengan namalachi.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak haji selama ini menjual ikan asap yang diramu dengan resep milik keluarganya yang berasal dari Tapanuli. Meski tanpa merk, ikan asap buatannya cukup dikenal pelanggannya. &#8220;Saya tidak PO (percaya diri) kalau ikan saya dikasih merk,&#8221; ungkapnya ketika ditemui di Mal Puri Indah, pada hari pertama produknya mengunakan merk lachi.</p>
<p style="text-align: justify;">H Amril beralasan, keberanian memakai merek dagang karena didesak banyak pihak untuk mematenkan ikan asapnya dan kewajiban harus memiliki merk agar produknya memdapatkan nomor registrasi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Des, Pak Haji pun mencoba memilih berbagai nama. Setelah kurang lebih 1 tahun memilih nama yang cocok akhirnya dirinya memilih nama lachi yang merupakan akronim dari Ikan asap Citayam. &#8220;Kemarin ada turis Jepang yang membeli. Mereka bilang iachi itu artinya lezat dalam bahasa Jepang,&#8221; terangnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Usaha yang dirintis seja; tujuh tahun silam ini merupakan usaha keluarga yang semula hanya dijual untuk warga sekitar. Saat ini usahanya cukup maju dan telah memiliki 25 karyawan dari daerah sekitar.</p>
<p style="text-align: justify;">H Amril bercerita, ikan asapnya bisa tahan lama disimpan karena proses pengawetan. &#8220;Ikan asap kami bisa tahan setahun disimpan dalam freezer, tanpa pengawet. Kalau mau mengkonsumsi, tinggal dipanaskan di microwave, tidak perlu diberi bumbu lagi. Rasanya begini,&#8221; ujar Pak Haji.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam proses melakukan pengasapan, pak haji menggunakan bahan bakar yang mengandung selulosa tinggi yang sekaligus berguna sebagai bahan pengawet ikan dan memberikan aroma khas. &#8220;Mikroorganisme pem-busuk dalam daging ikan dapat dilumpuhkan karena adanya senyawa dalam asam kayu yang digunakan sebagai bahan bakar,&#8221; lanjutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aneka ikan asap yang diproduksi Pak Haji sejak awal adalah ikan Marlin, Layaran, Tuna, Cakalang, Pari, Patin, dan Lele. Masing-masing ikan itu dijual dengan harga berbeda-beda. Ikan Marlin misalnya, dijual dengan harga Rp. 80 ribu per kg. Sedang ikan Layaran di-labeli harga Rp. 72 ribu per kg. Sementara ikan Tuna dipasarkan dengan bandrol harga Rp. 70 ribu per kg. Untuk ikan Cakalang, Patin dan Lele, Pak haji memasang harga yang sama yaitu Rp 64 ribu per kg. &#8220;Ikan asap yang paling murah adalah jenis pari yang dijual dengan harga Rp. 60 ribu per kg,&#8221; jelas Amril Lubis.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan untuk retail, Pak Haji membungkus ikan asap dalam kemasan plastik vakum 200 gram. Dalam kemasan plastik yang gampang dibawa ini, harga ikan Marlin dipatok Rp. 16.500 per 200 gram, ikan Layaran Rp. 15 ribu per 200 gram, dan ikan Tuna Rp. 14.500 per 200 gram. Sementara ikan Cakalang, Patin, dan ikan Lele seharga Rp.l 3.500 per 200 gram. Sementara ikan pari Rp. 12.500; per 200 gram.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Haji Amril Lubis, saat ini produksi ikan asapnya mencapai 1 juta ton perhari dari kapasitas produksi 2 juta ton perhari. Bahan utamanya diambil dari kawasan pasar ikan Muara Angke dan Muara Baru Jakarta. Saat ini produk ikan asapnya telah masuk ke gerai-gerai pasar modren.Kita sudah masuk di Hypermart sekarang,&#8221; ujarnya dengan bangga.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Haji menyebut, beberapa negara lain juga sudah merasakan kenikmatan ikan asap ini antara lain Jepang, Uzbekistan, Malaysia dan Belanda. Untuk mancanegara, ikan-ikan yang banyak dipilih biasanya ikan air tawar seperti patin, lele. Sedang untuk ikan laut adalah marlin, tuna, cakalang susu.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini, Pak Haji mengaku sangat gembira karena mendapat tawaran untuk melakukan ekspor ikan asapnya ke Ubekiztan, Jepang dan Dubai. Namun dirinya meminta bantuan pemerintah untuk melakukan ekspor ini, pasalnya banyak syarat yang harus dipenuhi. Kan sekarang kami sudah punya nama, kalau dulu belum tahu syaratnya semoga <a href="http://bbrp2b.dkp.go.id">pemerintah</a> mau membantu,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : <a href="http://bataviase.co.id/detailberita-10448758.html">Bataviase</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppukm.ipbana.com/gurihnya-ikan-asap-asal-citayam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PPUKM IPB di Seminar Nasional Kelautan VI Hang Tuah</title>
		<link>http://ppukm.ipbana.com/ppukm-ipb-di-seminar-nasional-kelautan-vi-hang-tuah/</link>
		<comments>http://ppukm.ipbana.com/ppukm-ipb-di-seminar-nasional-kelautan-vi-hang-tuah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 14:14:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[asistensi]]></category>
		<category><![CDATA[ikan asap]]></category>
		<category><![CDATA[ppukm ipb]]></category>
		<category><![CDATA[seminar kelautan hang tuah]]></category>
		<category><![CDATA[ukm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppukm.ipbana.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[PPUKM IPB berpartisipasi dalam Seminar Nasional Kelautan VI (Global Warming dalam Perspektif : Peluang dan Tantangan) yang diselenggarakan di Universitas Hang Tuah Surabaya pada tanggal 22 April 2010. Makalah yang disampaikan dalam seminar itu adalah “Model Pengembangan UKM Ikan Asap di Indonesia oleh Perguruan Tinggi (Studi Kasus : Pelaksanaan PPUKM-IPB dalam Asistensi Teknologi Ikan Asap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">PPUKM IPB berpartisipasi dalam Seminar Nasional Kelautan VI (<em>Global Warming dalam Perspektif : Peluang dan Tantangan</em>) yang diselenggarakan di Universitas Hang Tuah Surabaya pada tanggal 22 April 2010. Makalah yang disampaikan dalam seminar itu adalah “Model Pengembangan UKM Ikan Asap di Indonesia oleh Perguruan Tinggi (Studi Kasus : Pelaksanaan PPUKM-IPB dalam Asistensi Teknologi Ikan Asap Khas Daerah)“. Makalah ini disusun dari hasil pengalaman dan penelitian PPUKM-IPB enam tahun terakhir ini dalam mengembangkan dan memperkuat unit usaha kecil dan menengah (UKM) ikan asap di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan perkuatan UKM ikan asap ini sebagian didanai oleh Kementerian Negara Riset dan Teknologi melalui program insentif Kementerian Negara Riset dan Teknologi 2010. Adapun abstrak dari makalah tersebut sebagai berikut.<span id="more-104"></span></p>
<p style="text-align: center;"><strong>MODEL PENGEMBANGAN UKM IKAN ASAP DI INDONESIA OLEH PERGURUAN TINGGI </strong><br />
(Studi Kasus: Pelaksanaan PPUKM-IPB dalam Asistensi Teknologi Ikan Asap Khas Daerah)<br />
oleh<br />
Heru Sumaryanto*,  Joko Santoso**,  Tjahja Muhandri***, Tatty Yuniarti****, dan Luthfi Assadad*****</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Abstrak</strong><br />
Ikan asap merupakan salah satu produk pangan tradisional (exotic indigenous food) yang sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia.  Berbagai produk olahan ikan asap di Indonesia telah menjadi produk khas daerah dan lokasi unit usahanya tersebar di berbagai propinsi dari Sumatera hingga Papua, antara lain adalah ikan sale, ikan pe dan iwak panggang, ikan fufu, ikan kayu dan ikan asar.  Memperhatikan lokasi produk yang tersebar di berbagai propinsi tersebut, maka dari sisi lain  menunjukkan besarnya potensi pasar ikan asap di dalam negeri.  Bahkan olahan ikan tersebut  memiliki pasar ekspor, yaitu: ikan kayu (semi-dried skipjack stick) dan teripang asap kering (dried-smoked sea cucumber).  Keseluruhan pelaku usaha di bidang olahan ikan ini berskala usaha kecil dan menengah (UKM). Dalam konteks pengembangan daerah/propinsi di Indonesia, komoditas ini dapat dijadikan komoditas unggulan daerah, sebagai upaya menciptakan peningkatan pembangunan dan pendapatan ekonomi dalam rangka otonomi daerah.  Dalam makalah ini, diuraikan kegiatan Program Perkuatan Unit Usaha Kecil dan Menengah Produk Agroindustri (PPUKM)-P2SDM-LPPM-IPB selama enam tahun terakhir ini  dalam asistensi teknologi dan manajemen bagi UKM ikan asap di berbagai daerah di Indonesia.  Dari  kegiatan ini, kemudian diketengahkan model pengembangan bagi UKM ikan asap di Indonesia.  Model pengembangan ini diarahkan untuk membentuk UKM yang kuat dan berbasis industri, serta produk-produknya semakin kompetitif di pasar.</p>
<p style="text-align: justify;">Kata kunci: ikan asap khas daerah, asistensi teknologi, penguatan UKM</p>
<p style="text-align: justify;">* Koordinator Program Perkuatan Unit Usaha Kecil dan Menengah Produk Agroindustri Pangan (PPUKM), P2SDM-LPPM-IPB/Dosen Departemen Teknologi Hasil Perairan-FPIK-IPB, Bogor.<br />
** Dosen Departemen Teknologi Hasil Perairan-FPIK-IPB, Bogor.<br />
*** Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, FATETA-IPB, Bogor.<br />
**** Dosen Jurusan Penyuluhan Perikanan, Sekolah Tinggi Perikanan Kemen KP, Bogor.<br />
***** Peneliti Badan Riset Kelautan dan Perikanan Kemen KP, Jakarta.<br />
Alamat korespondensi: Heru Sumaryanto, Departemen Teknologi Hasil Perairan, Kampus IPB Darmaga-Bogor, Telp.08129863130, Fax.(0251)8652046, e-mail: herusuma@yahoo.com, http: //www.ppukm.ipbana.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppukm.ipbana.com/ppukm-ipb-di-seminar-nasional-kelautan-vi-hang-tuah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuna Asap Citayam</title>
		<link>http://ppukm.ipbana.com/tuna-asap-citayam/</link>
		<comments>http://ppukm.ipbana.com/tuna-asap-citayam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 06:56:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[UKM Mitra]]></category>
		<category><![CDATA[asap]]></category>
		<category><![CDATA[citayam]]></category>
		<category><![CDATA[petikan cita halus]]></category>
		<category><![CDATA[tuna]]></category>
		<category><![CDATA[tuna asap]]></category>
		<category><![CDATA[ukm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppukm.ipbana.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Jauh dari laut bukan berarti tak bisa mengolah ikan laut. Hal ini telah dibuktikan Amril Lubis, pengusaha Ikan Asap Petikan Cita Halus yang berlokasi di Citayam, Depok, Jawa Barat.  Lelaki 62 tahun itu sejak lima tahun berhasil memproduksi tuna asap dengan bahan baku yang diperolehnya dari Muara Angke dan Muara Baru, Jakarta.
Menurut Amril yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jauh dari laut bukan berarti tak bisa mengolah ikan laut. Hal ini telah dibuktikan Amril Lubis, pengusaha Ikan Asap Petikan Cita Halus yang berlokasi di Citayam, Depok, Jawa Barat.  Lelaki 62 tahun itu sejak lima tahun berhasil memproduksi tuna asap dengan bahan baku yang diperolehnya dari Muara Angke dan Muara Baru, Jakarta.<br />
<span id="more-99"></span>Menurut Amril yang merupakan pensiunan salah satu perusahaan minyak tersebut, permintaan tuna asap cukup tinggi jika dibandingkan dengan ikan asap jenis lain yang juga dibuatnya. Karena itulah dia memproduksi tuna asap meski harus membeli bahan baku sampai ke luar daerahnya. Amril menyebutkan, nilai penjualan tuna asap mencapai sekitar Rp 205 juta pada 2006, lalu meningkat jadi Rp 235 juta pada 2007 dan pada 2008 mencapai Rp 210 juta.<br />
Tingginya permintaan tersebut, kata Amril, karena daging tuna tebal dan bisa diolah jadi daging untuk hamburger. Dia mengaku, saat ini ada pemilik usaha hamburger dengan beberapa cabang di Jakarta yang rutin mengambil tuna asap darinya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Produksi Terbatas</strong><br />
Dijumpai ketika sedang mengikuti Pameran Pangan Nusa 2009 yang diadakan oleh Pusat Dagang Kecil dan Menengah Departemen Perdagangan beberapa waktu lalu di Jakarta, Amril berkisah, mulai memproduksi ikan asap air laut sejak 2004. Yakni setelah mengikuti pameran yang diselenggarakan Departemen Koperasi dan UKM. Kala itu Amril baru memproduksi ikan asap air tawar.<br />
Dua hari setelah pameran, pihak Giant (Hero Supermarket) menelepon dan mengajak kerjasama untuk memasukkan produk, kata Amril. Ikan asap Amril telah mengantongi surat keterangan dari Depkes RI, label halal, tanggal kadaluwarsa dan tentu saja bermerek.<br />
Kini pihaknya bahkan sedang dalam proses kerjasama untuk memasukkan produk ke Carrefour. Tidak hanya itu, waralaba lokal seperti Indomaret hingga Tip Top juga sudah mengajukan kerjasama. Kontrak kerjasama terakhir dilakukannya tiga bulan yang lalu (sekitar Mei 2009) dengan Hypermart. Nilai kontrak mencapai sekitar 100 juta, akunya.<br />
Kendati sudah menjalin kerjasama dengan banyak pihak dalam hal pemasaran,  Amil mengatakan baru bisa melakukan produksi sesuai pesanan saja. Sebab, kapasitas gudang penyimpanannya terbatas sehingga produksinya juga  terbatas. Dalam 1-2 hari produksi,  freezer (ruang pembekuan) sudah penuh. Artinya, produksi harus berhenti, kata Amril yang saat ini memiliki 5 buah freezer berukuran besar dan 6 buah freezer berukuran kecil yang masing-masing memiliki kapasitas 800 dan 108 liter.<br />
Dari sini dia berharap bisa memperbesar gudang penyimpanannya sehingga produksi tuna asap bisa ditingkatkan tak terbatas pada pesanan. Atau kalau tidak, harus selalu melakukan promosi agar serapan pasar semakin besar dan permintaan meningkat. Tak heran jika Amril rajin mengikuti pameran produk UKM di berbagai daerah. Bahkan, dia pernah mengikuti pameran di Kuala Lumpur, Malaysia sebanyak dua kali. Yaitu pada tahun 2006 yang difasilitasi oleh MUI dan Deperindag Agro Jabar. Lalu pada 2007 difasilitasi oleh Pertamina</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kemas Ukuran Kecil</strong><br />
Dalam pemasarannya, Amril awalnya mengemas secara kiloan. Namun, ukuran ini ternyata tidak sesuai untuk konsumen rumah tangga serta harganya terlalu mahal. Maka dia kemudian mengemas tuna asapnya dalam ukuran yang lebih kecil. Sekarang saya menggunakan kemasan 205 gram yang lebih terjangkau dan ideal bagi konsumen rumah tangga, ungkapnya.<br />
Saat ini harga tuna asap ukuran 205 gram adalah Rp 18.000 dan tuna asap kiloan Rp 80.000, sebutnya. Meski begitu, ia tetap mengemas secara kiloan untuk memenuhi pasar supermarket. Dengan harga jual tersebut, keuntungan bersih yang bisa dia peroleh mencapai 20-30%.<br />
Untuk bahan baku, Amril membelinya dalam bentuk ikan utuh maupun fillet. Kisaran harganya Rp27.000 per kg untuk tuna utuh dan sekitar Rp30.000 per kg untuk fillet. Kelebihan tuna sebagai bahan baku ikan asap ini adalah dagingnya tebal dan tidak ada duri pada bagian potongan daging yang diasap. Berat tuna yang digunakan sebagai bahan baku berkisar 5-10 kg per ekor. Mengolahnya tidak terlalu sulit karena ukurannya tidak terlalu besar. Selain itu, bagian ikan yang terbuang (loss) tidak banyak, lanjutnya.<br />
Terkait hal tersebut, Kepala Divisi Pelatihan dan Diseminasi Teknologi/Koordinator <a href="http://ppukm.ipbana.com">PPUKM-IPB</a> Pusat Pengembangan SDM-LPPM-IPB yang selama ini menjadi pembina UKM ikan asap Petikan Cita Halus,  Heru Sumaryanto menjelaskan, bahan baku yang masih segar menjadi prasyarat untuk mendapatkan mutu tuna asap yang baik. Semakin besar ukuran tuna akan semakin baik, bahkan jika lebih dari 30 kg, rendemen (daging yang bisa diperoleh) akan lebih banyak, katanya.<br />
Namun, kata Heru lagi, untuk usaha pengasapan tuna secara perorangan, ketentuan ini tidak berlaku. Dia juga menyebutkan, ketersediaan bahan baku untuk tuna asap cukup melimpah</p>
<p style="text-align: justify;">Selengkapnya baca di Majalah Trobos edisi September 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppukm.ipbana.com/tuna-asap-citayam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>P3K IPB Gelar Temu Usaha dan Pameran Produk UMKM</title>
		<link>http://ppukm.ipbana.com/p3k-ipb-gelar-temu-usaha-dan-pameran-produk-umkm/</link>
		<comments>http://ppukm.ipbana.com/p3k-ipb-gelar-temu-usaha-dan-pameran-produk-umkm/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 14:45:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[ipb]]></category>
		<category><![CDATA[ukm]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppukm.ipbana.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Pusat Penelitian dan Pengembangan Kewirausahaan (P3K) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerjasama  dengan Program Penumbuhkembangan Lembaga Intermediasi PI-UMKM BPPT menggelar Temu Usaha dan Pameran Produk  Temu Usaha dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), 19 -20 November 2009 di IPB International Convention Center (IICC), Bogor.Temu usaha dan pameran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pusat Penelitian dan Pengembangan Kewirausahaan (P3K) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), <a href="http://www.ipb.ac.id">Institut Pertanian Bogor (IPB)</a> bekerjasama  dengan Program Penumbuhkembangan Lembaga Intermediasi PI-UMKM BPPT menggelar Temu Usaha dan Pameran Produk  Temu Usaha dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), 19 -20 November 2009 di IPB International Convention Center (IICC), Bogor.<span id="more-63"></span>Temu usaha dan pameran ini merupakan puncak rangkaian kegiatan dalam rangka Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (UMKM) melalui Program Inkubasi Bisnis dan Teknologi kepada usaha-usaha yang merupakan tenant P3K LPPM IPB. Acara ini  diikuti 40 UMKM-Tenant yang sehari sebelumnya telah mengikuti pelatihan manajemen inovasi dan pelatihan fasilitasi dengan lembaga keuangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Temu usaha menampilkan narasumber Ubaydillah (Astra Mitra Ventura) dan Ari Sulistiogo (LPDB KUMKM BPPT). Keduanya mendampingi 40 UMKM  menyusun business plan untuk memperoleh dana kredit bergulir dari BPPT yang besarannya berkisar Rp 100 &#8211; 200 juta, tergantung kebutuhan modal usaha tiap UMKM.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, tercatat sebanyak 16 jenis usaha dipamerkan 40 UMKM-Tenant diantaranya: kerajinan mendong (Tasikmalaya), minyak dan kerajinan akar wangi (Garut), madu Sumbawa (Jakarta), jamur tiram (Bogor), brownies Bogor (Bogor), sayuran segar (Pacet Cianjur), kerajinan kertas (Bogor), keripik pisang (Bogor), Camelia busana muslim (Cimahi), kerajinan partikel board (Vas, Bogor), industri nata de coco (Bogor), kerajinan kulit (Garut), kerajinan batu kerik (Jakarta), industri kerangka besi (Bandung), industri alumunium (Bandung) dan kerajinan rumah bambu (Bogor). Pelaksanaan pameran produk UMKM-Tenant sangat bermanfaat, selain memperkenalkan produk yang dihasilkan dan mendapatkan pelanggan tetap, juga dapat membuka pasar lebih luas. (ris)</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : <a href="http://www.ipb.ac.id/id/?b=1394">situs IPB</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppukm.ipbana.com/p3k-ipb-gelar-temu-usaha-dan-pameran-produk-umkm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>P3K IPB Latih Manajemen Inovasi UMKM Binaan 4 Perguruan Tinggi</title>
		<link>http://ppukm.ipbana.com/p3k-ipb-latih-manajemen-inovasi-umkm-binaan-4-perguruan-tinggi/</link>
		<comments>http://ppukm.ipbana.com/p3k-ipb-latih-manajemen-inovasi-umkm-binaan-4-perguruan-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 14:56:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[ipb]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[ukm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppukm.ipbana.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Para pengusaha UMKM tidak perlu khawatir dengan persaingan yang sangat tajam saat ini kerena menurutnya 95 persen transaksi masih dikuasai oleh pasar tradisional. Demikian disampaikan Sekretaris P3K LPPM IPB dalam sambutannya ketika membuka Pelatihan Manajemen Inovasi UMKM di Ruang Sidang Serbaguna P3K IPB.
Kepala Inkubator Bisnis  IPB, Ir. Muslich, MSi. Menyampaikan tidak mungkin seluruh angkatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Para pengusaha UMKM tidak perlu khawatir dengan persaingan yang sangat tajam saat ini kerena menurutnya 95 persen transaksi masih dikuasai oleh pasar tradisional. Demikian disampaikan Sekretaris P3K LPPM IPB dalam sambutannya ketika membuka Pelatihan Manajemen Inovasi UMKM di Ruang Sidang Serbaguna P3K IPB.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Inkubator Bisnis  IPB, Ir. Muslich, MSi. Menyampaikan tidak mungkin seluruh angkatan kerja diserap oleh swasta karena saat ini pertumbuhan tenaga kerja tidak sebanding dengan peluang kerja. Sangat disayangkan pola pikir masyarakat masih kuat sekali bahwa sekolah itu untuk jadi pegawai. Untuk itu pola pikir berwirausaha perlu terus ditanamkan, Pelatihan ini juga dimaksudkan dalam rengka membuka wawasan tentang mengembangkan inovasi usaha kecil dan menengah.<span id="more-71"></span>Muslich menegaskan peserta pelatihan akan difasilitasi oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir yang berada dibawah kementrian Koperasi dan UMKM untuk itu harus dilatih bagaimana menyususn business plan yang rapi.<br />
Selain di latih manajemen inovasi UMKM dengan strategi pemasaran UMKM para peserta juga dilatih tentang rencana pengembangan usaha dan analisis keuangan diharapkan kedepan pengusaha UMKM dapat mengembangkan bisnisnya.<br />
Produk-produk yang dihasilkan UMKM sangat beragam mulai dari beras organik, akar wangi, jamur tiram, handycraft, busana muslim, ikan balita,tikar mendong, sepatu hingga jaket kulit. Produk-produk tersebut dipamerkan di IPB International Convention Center bersamaan dengan berlangsungnya pelatihan di hari ke dua.</p>
<p style="text-align: justify;">UMKM yang hadir dalam pelatihan merupakan UMKM hasil binaan dari P3K IPB, 6 UMKM binaan Institut Koperasi Indonesia, 6 UMKM binaan Politeknik manufaktur dan 5 UMKM binaan Universitas Jenderal Soedirman. (Dh)</p>
<p style="text-align: justify;">sumber : <a href="http://www.ipb.ac.id/id/?b=1369">situs IPB </a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppukm.ipbana.com/p3k-ipb-latih-manajemen-inovasi-umkm-binaan-4-perguruan-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IPB Dampingi Pengembangan Kewirausaahan Pertanian di 14 Desa di Lingkar Kampus</title>
		<link>http://ppukm.ipbana.com/ipb-dampingi-pengembangan-kewirausaahan-pertanian-di-14-desa-di-lingkar-kampus/</link>
		<comments>http://ppukm.ipbana.com/ipb-dampingi-pengembangan-kewirausaahan-pertanian-di-14-desa-di-lingkar-kampus/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 14:52:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[ipb]]></category>
		<category><![CDATA[ukm]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppukm.ipbana.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sukses dengan program jumat keliling (jumling) di 14 desa di Lingkar Kampus yang dilaksanakan sejak 2008 lalu, IPB kemudian menindaklanjuti program tersebut dengan program pendampingan. Yaitu  dalam bidang kewirausaahan di bidang pertanian. 
Program ini dilakukan berdasarkan pemetaan dan identifikasi yang telah didapatkan pada jumling tahun lalu.Begitu dipaparkan oleh Wakil Kepala LPPM Bidang Pengabdian Kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setelah sukses dengan program jumat keliling (jumling) di 14 desa di Lingkar Kampus yang dilaksanakan sejak 2008 lalu, IPB kemudian menindaklanjuti program tersebut dengan program pendampingan. Yaitu  dalam bidang kewirausaahan di bidang pertanian. <span id="more-68"></span><br />
Program ini dilakukan berdasarkan pemetaan dan identifikasi yang telah didapatkan pada jumling tahun lalu.Begitu dipaparkan oleh Wakil Kepala LPPM Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat, Dr.Ir. Prastowo, M.Eng., pada penutupan Dies Natalis IPB Ke 46, sekaligus kegiatan“Bhakti Sosial IPB Pendampingan Pengembangan Kewirausahaan Pertanian Desa Lingkar Kampus,” (8/11) di ICDF, Kebun Percobaan Cikarawang, Kampus IPB Dramaga, Bogor.</p>
<p>“Program ini dilakukan dengan semangat memberdayakan masyarakat di lingkar kampus, dan juga stimulan kepada stakeholder lainnya dalam berpartisipasi kepada masyarakat. Sehingga tidak hanya menjadi tanggung jawab perguruan tinggi, tapi juga diikuti partisipasi dari stakeholder lain dalam memberdayakan masyarakat menuju kemandirian,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, hasil dari jumling tahun lalu, LPPM IPB telah melakukan pemetaan dan identifikasi terhadap kebutuhan masing-masing di 14 desa itu. Diantaranya adalah pemetaan biofisik melalui Citra Land Satelite, dan pemetaan social ekonomi yang sedang berjalan. LPPM IPB akan memberikan 19 program kepada warga di 14 desa lingkar kampus.</p>
<p>Namun, yang paling awal dan telah dilaksanakan yaitu 6 program di bulan November – Desember 2009. Program terebut meliputi Pengembangan Budidaya Tanaman Jambu, Pengembangan Lembaga Keuangan Mikro, Klinik Tanaman, Peningkatan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Pengembangan Industri Rumah Tangga, Pengembangan Agrowisata, Pengembangan Budidaya Padi Sehat/Organik, Teknik dan Manejemen Pembuatan kompos, Pelatihan Pedagang Makanan Jajanan, Perbaikan Kualitas Kesehatan Lingkungan, Teknik dan Manejemen Pembuatan Biogas, Pengembangan Posdaya, Pengembangan Ternak Kambing, dan Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar.</p>
<p>“Keempat belas desa tersebut rata-rata akan mendapatkan dua program, namun ada juga yang sampai tiga. Tiap desa berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya, Desa Cikarawang cocok untuk program Pengembangan Budidaya Tanaman Jambu, sementara untuk Kelurahan Setu Gede lebih cocok program Pengembangan Agrowisata, berbeda dengan Desa Dramaga yang cocok untuk program Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar. Program pemberdayaan ini tidak akan berhenti sampai di sini tapi akan terus bergulir tiap tahun,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Dr. Prastowo, dalam pelaksanaan nanti LPPM akan dibantu oleh tiap Fakultas di lingkungan IPB. Para Dekan akan diberi tanggungjawab sebagai pengarah, sementara LPPM sebagai koordinator. “Pelaksanannya akan dikerjakan oleh tim dari Departemen atau pusat yang mandat keilmuannya sesuai dengan program yang akan diterapkan di desa,” ujarnya.</p>
<p>Kepala Desa Cikarawang, Suhandi mewakili kepala desa dan lurah 14 desa yang hadir,  menyambut baik program ini, dan bersyukur program ini diarahkan kepada 14 desa di lingkar kampus. “ Mudah-mudahan program ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi warga di lingkar kampus IPB,” ujarnya.</p>
<p>Dalam Kegiatan tersebut, Rektor IPB, Prof.Dr.Ir.Herry Suhardiyanto, M.Sc. memberikan Peta Rencana Kegiatan Bakti Sosial kepada masing – masing lurah dan kepala desa.(man)</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : <a href="http://www.ipb.ac.id/id/?b=1351">situs IPB </a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppukm.ipbana.com/ipb-dampingi-pengembangan-kewirausaahan-pertanian-di-14-desa-di-lingkar-kampus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pameran Produk UKM Binaan LPPM IPB</title>
		<link>http://ppukm.ipbana.com/pameran-produk-ukm-binaan-lppm-ipb/</link>
		<comments>http://ppukm.ipbana.com/pameran-produk-ukm-binaan-lppm-ipb/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 02:23:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[ukm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppukm.ipbana.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar 30 Usaha Kecil Menengah (UKM) mengikuti Pameran Produk UKM Binaan IPB bertajuk ’Mengisi Kemerdekaan Indonesia dengan Pemberdayaan UKM yang Lebih Mandiri’. Acara ini diselenggarakan 14-16 Agustus 2009 di Taman Koleksi Kampus IPB Baranang Siang. Acara diawali pembacaan laporan oleh Ketua Panitia, Prof.Dr.Musa Hubeis. ”Pameran ini dalam rangka meningkatkan kualitas produk UKM, disamping itu mengenalkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sekitar 30 Usaha Kecil Menengah (UKM) mengikuti Pameran Produk UKM Binaan IPB bertajuk ’Mengisi Kemerdekaan Indonesia dengan Pemberdayaan UKM yang Lebih Mandiri’. Acara ini diselenggarakan 14-16 Agustus 2009 di Taman Koleksi Kampus IPB Baranang Siang. Acara diawali pembacaan laporan oleh Ketua Panitia, Prof.Dr.Musa Hubeis. ”Pameran ini dalam rangka meningkatkan kualitas produk UKM, disamping itu mengenalkan UKM binaan IPB ke masyarakat,” kata Prof. Musa. Perwakilan PT. BNI Sentra Kredit Kecil Djuanda, Bogor, Edi Taryono, SE, MM mengatakan bantuan kredit BNI yang diberikan kepada UKM bersifat corporate social responsibility (CSR) yang alokasinya terbatas. ”Seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), masyarakat harus mengajukan usahanya untuk didanai. Saya juga mengharapkan kerjasama dinas-dinas untuk membina dan mengarahkan UKM sehingga bantuan kita dapat bermanfaat optimal.”</p>
<p style="text-align: justify;">BNI telah memberikan bantuan kredit pada 59 UKM binaan IPB. Dalam sambutannya, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB, Prof. Dr. Bambang Pramudya menyampaikan apresiasinya terhadap BNI yang telah mengucurkan kredit kecil bagi UKM. ”BNI merupakan satu-satunya bank mitra IPB yang mau memberikan bantuan kredit kecil pada UKM binaan IPB. Semoga di masa depan langkah ini diikuti bank lainnya,” ujar Prof. Bambang. Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala LPPM IPB.</p>
<p style="text-align: justify;">sumber : <a href="http://www.ipb.ac.id/id/?b=1255">situs IPB</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppukm.ipbana.com/pameran-produk-ukm-binaan-lppm-ipb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Fasilitasi Kemitraan UKM Lele Asap dengan Swasta</title>
		<link>http://ppukm.ipbana.com/pemerintah-fasilitasi-kemitraan-ukm-lele-asap-dengan-swasta/</link>
		<comments>http://ppukm.ipbana.com/pemerintah-fasilitasi-kemitraan-ukm-lele-asap-dengan-swasta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 03:44:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[UKM Mitra]]></category>
		<category><![CDATA[citayam]]></category>
		<category><![CDATA[ikan asap]]></category>
		<category><![CDATA[kukm]]></category>
		<category><![CDATA[lele asap]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[ukm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppukm.ipbana.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[PEMERINTAH terus mendorong kemitraan antara usaha kecil menengah (UKM) pengolahan ikan lele asap di Citayem, Bogor, dengan pihak swasta. Kali ini, pemerintah memfasilitasi kerjasama antara UKM lele asap dengan PT Caprio Internasional.
Lewat kerjasama ini, PT Caprio akan menyerap lele asap produksi para UKM. Selama ini, UKM yang tergabung dalam Kelompok Usaha Citra Dumbo ini terkendala [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">PEMERINTAH terus mendorong kemitraan antara usaha kecil menengah (UKM) pengolahan ikan lele asap di Citayem, Bogor, dengan pihak swasta. Kali ini, pemerintah memfasilitasi kerjasama antara UKM lele asap dengan PT Caprio Internasional.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-142"></span>Lewat kerjasama ini, PT Caprio akan menyerap lele asap produksi para UKM. Selama ini, UKM yang tergabung dalam Kelompok Usaha Citra Dumbo ini terkendala masalah pemasaran. Maklum, mereka tidak memiliki akses pasar yang cukup kuat- &#8220;Kerjasama ini akan membantu mereka dalam pemasaran,&#8221; kata Direktur Usaha dan Investasi, Departemen Kelautan dan Perikanan (.DKP), Victor P.H. Nikilujuw, Minggu (1/3).</p>
<p style="text-align: justify;">Pemerintah melihat, potensi budidaya ikan lele sangat cerah sebab usaha ini berkembang cukup baik. Tahun 2008, produksinya mencapai 9.742,44 ton atau naik 52,85% dibanding tahun 2007 yang sebanyak 6.373,75 ton.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain dipasarkan dalam kondisihidup, sebagian lele itu juga diolah dalam bentuk lele asap.</p>
<p style="text-align: justify;">Ikan lele yang diolah menjadi lele asap memiliki ukuran lebih besar dibanding lele yang dijual dalam kondisi hidup. &#8220;Kanu mengharapkan produk-produk olahan hasil perikanan seperti produk lele asap ini dapat juga dijadikan sebagai komoditas ekspor. Untuk itu diperlukan adanya penanganan produksi dari hulu sampai hilir,&#8221; papar Victor.</p>
<p style="text-align: justify;">Kabupaten Bogor merupakan daerah pengembangan budidaya perikanan air tawar yang cukup potensial di Jawa Barat. Di kawasan ini, terdapat 24 kelompok pebudidaya lele yang tersebar di 13 Kecamatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam lima tahun terakhir, produksi ikan konsumsi di Bogor meningkat rata-rata 3,62%. Pada tahun 2008, produksi ikan konsumsi mencapai 25.087,29 ton, meningkat 5,84% dibanding produksi tahun 2007 yang sebesar 23.703,00 ton.</p>
<p style="text-align: justify;">sumber : <a href="http://www.mediacenterkopukm.com/detail-berita.php?bID=3200">media center kukm</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppukm.ipbana.com/pemerintah-fasilitasi-kemitraan-ukm-lele-asap-dengan-swasta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

