PPUKM – IPB

Program Perkuatan Unit Usaha Kecil & Menengah Produk Agroindustri – IPB
  • Home
  • Apa dan Mengapa?
  • Program Perkuatan
  • Kegiatan
  • Peserta
  • Publikasi
  • Kontak
Random Image

::: PPUKM - IPB ~ Program Perkuatan Unit Usaha Kecil & Menengah Produk Agroindustri - Institut Pertanian Bogor (Bogor Agricultural University) ::: ... more


Tuna Asap Citayam

19.03.2010 by Admin Category Produk, UKM Mitra

Jauh dari laut bukan berarti tak bisa mengolah ikan laut. Hal ini telah dibuktikan Amril Lubis, pengusaha Ikan Asap Petikan Cita Halus yang berlokasi di Citayam, Depok, Jawa Barat. Lelaki 62 tahun itu sejak lima tahun berhasil memproduksi tuna asap dengan bahan baku yang diperolehnya dari Muara Angke dan Muara Baru, Jakarta.
Menurut Amril yang merupakan pensiunan salah satu perusahaan minyak tersebut, permintaan tuna asap cukup tinggi jika dibandingkan dengan ikan asap jenis lain yang juga dibuatnya. Karena itulah dia memproduksi tuna asap meski harus membeli bahan baku sampai ke luar daerahnya. Amril menyebutkan, nilai penjualan tuna asap mencapai sekitar Rp 205 juta pada 2006, lalu meningkat jadi Rp 235 juta pada 2007 dan pada 2008 mencapai Rp 210 juta.
Tingginya permintaan tersebut, kata Amril, karena daging tuna tebal dan bisa diolah jadi daging untuk hamburger. Dia mengaku, saat ini ada pemilik usaha hamburger dengan beberapa cabang di Jakarta yang rutin mengambil tuna asap darinya.

Produksi Terbatas
Dijumpai ketika sedang mengikuti Pameran Pangan Nusa 2009 yang diadakan oleh Pusat Dagang Kecil dan Menengah Departemen Perdagangan beberapa waktu lalu di Jakarta, Amril berkisah, mulai memproduksi ikan asap air laut sejak 2004. Yakni setelah mengikuti pameran yang diselenggarakan Departemen Koperasi dan UKM. Kala itu Amril baru memproduksi ikan asap air tawar.
Dua hari setelah pameran, pihak Giant (Hero Supermarket) menelepon dan mengajak kerjasama untuk memasukkan produk, kata Amril. Ikan asap Amril telah mengantongi surat keterangan dari Depkes RI, label halal, tanggal kadaluwarsa dan tentu saja bermerek.
Kini pihaknya bahkan sedang dalam proses kerjasama untuk memasukkan produk ke Carrefour. Tidak hanya itu, waralaba lokal seperti Indomaret hingga Tip Top juga sudah mengajukan kerjasama. Kontrak kerjasama terakhir dilakukannya tiga bulan yang lalu (sekitar Mei 2009) dengan Hypermart. Nilai kontrak mencapai sekitar 100 juta, akunya.
Kendati sudah menjalin kerjasama dengan banyak pihak dalam hal pemasaran, Amil mengatakan baru bisa melakukan produksi sesuai pesanan saja. Sebab, kapasitas gudang penyimpanannya terbatas sehingga produksinya juga terbatas. Dalam 1-2 hari produksi, freezer (ruang pembekuan) sudah penuh. Artinya, produksi harus berhenti, kata Amril yang saat ini memiliki 5 buah freezer berukuran besar dan 6 buah freezer berukuran kecil yang masing-masing memiliki kapasitas 800 dan 108 liter.
Dari sini dia berharap bisa memperbesar gudang penyimpanannya sehingga produksi tuna asap bisa ditingkatkan tak terbatas pada pesanan. Atau kalau tidak, harus selalu melakukan promosi agar serapan pasar semakin besar dan permintaan meningkat. Tak heran jika Amril rajin mengikuti pameran produk UKM di berbagai daerah. Bahkan, dia pernah mengikuti pameran di Kuala Lumpur, Malaysia sebanyak dua kali. Yaitu pada tahun 2006 yang difasilitasi oleh MUI dan Deperindag Agro Jabar. Lalu pada 2007 difasilitasi oleh Pertamina

Kemas Ukuran Kecil
Dalam pemasarannya, Amril awalnya mengemas secara kiloan. Namun, ukuran ini ternyata tidak sesuai untuk konsumen rumah tangga serta harganya terlalu mahal. Maka dia kemudian mengemas tuna asapnya dalam ukuran yang lebih kecil. Sekarang saya menggunakan kemasan 205 gram yang lebih terjangkau dan ideal bagi konsumen rumah tangga, ungkapnya.
Saat ini harga tuna asap ukuran 205 gram adalah Rp 18.000 dan tuna asap kiloan Rp 80.000, sebutnya. Meski begitu, ia tetap mengemas secara kiloan untuk memenuhi pasar supermarket. Dengan harga jual tersebut, keuntungan bersih yang bisa dia peroleh mencapai 20-30%.
Untuk bahan baku, Amril membelinya dalam bentuk ikan utuh maupun fillet. Kisaran harganya Rp27.000 per kg untuk tuna utuh dan sekitar Rp30.000 per kg untuk fillet. Kelebihan tuna sebagai bahan baku ikan asap ini adalah dagingnya tebal dan tidak ada duri pada bagian potongan daging yang diasap. Berat tuna yang digunakan sebagai bahan baku berkisar 5-10 kg per ekor. Mengolahnya tidak terlalu sulit karena ukurannya tidak terlalu besar. Selain itu, bagian ikan yang terbuang (loss) tidak banyak, lanjutnya.
Terkait hal tersebut, Kepala Divisi Pelatihan dan Diseminasi Teknologi/Koordinator PPUKM-IPB Pusat Pengembangan SDM-LPPM-IPB yang selama ini menjadi pembina UKM ikan asap Petikan Cita Halus, Heru Sumaryanto menjelaskan, bahan baku yang masih segar menjadi prasyarat untuk mendapatkan mutu tuna asap yang baik. Semakin besar ukuran tuna akan semakin baik, bahkan jika lebih dari 30 kg, rendemen (daging yang bisa diperoleh) akan lebih banyak, katanya.
Namun, kata Heru lagi, untuk usaha pengasapan tuna secara perorangan, ketentuan ini tidak berlaku. Dia juga menyebutkan, ketersediaan bahan baku untuk tuna asap cukup melimpah

Selengkapnya baca di Majalah Trobos edisi September 2009

3 Responses to “ Tuna Asap Citayam ”

  1. #1 diki jaenudin Says:
    April 7th, 2010 at 10:13 pm

    Assalamu ‘alaikum.
    Salam sukses.
    Saya sedang memulai usaha dibidang pengolahan,smoga webste ini semakin maju dan berkembang sehingga dapat membantu kami sebagai pengusaha baru.
    sukses selalu
    wassalam.

  2. #2 Admin Says:
    April 29th, 2010 at 8:01 pm

    wa’alaikumsalam
    terima kasih mas diki

  3. #3 puji Says:
    May 11th, 2010 at 2:04 pm

    siang semua,

    salam sukses.
    kami dari PT.Makanan Sehat Nusantara Cibitung,sangat terkesan dari pemberitaan diatas,dan kami selaku perusahaan yang bergerah dalam procesing hasil laut terutama ikan tuna ingin sekali mengajukan kerja sama untuk pengandaan material dari produk yang bapak pasarkan.

    untuk ketersediaan barang terjaga dan kualitas nya bagus ;
    adapun produk kami tuna meat co,tn saku co,tuna steak dll.
    untuk menghubungi :081387899696/02191870458 area marketing PT.MSN/puji

← Lele Asap Bogor Butuh Pasar
PPUKM IPB di Seminar Nasional Kelautan VI Hang Tuah →

  • Arsip

  • Kategori

    • Informasi (12)
    • Kegiatan (8)
    • Produk (2)
    • Sekilas Info (2)
    • UKM Mitra (5)
  • Halaman

    • Apa dan Mengapa?
    • Program Perkuatan
    • Kegiatan
    • Peserta
    • Publikasi
    • Kontak
  • Berita & Agenda

    • Seminar Kiat Memilih, Menangani, dan Menyimpan Daging
    • PPUKM IPB di Seminar Nasional BBRP2B Jakarta
    • IPB Berikan Pelatihan E-Market Bagi UKM
    • Seminar Nasional II: Keamanan Dan Mutu Produk Agroindustri
    • Training HACCP Angkatan XIII (19-23 Juli 2010)
    • Ikan Asap Go Internasional
    • Gurihnya Ikan Asap Asal Citayam
    • Mau Pasang Iklan?
  • Promosikan Produk Anda!

    http://ppukm.ipbana.com/kontak
  • SUBSCRIBE OUR RSS

    Total Posts 22
    Total Comments 8.

  • Sekilas Info

    • Ikan Asap Go Internasional
      Sosok H. Amril Lubis kini tidak bisa dipisahkan dari aneka Ikan Asap Citayam. Pria 62 tahun yang akrab dipanggil Pak Haji inilah yang mempopulerkan ikan ... - #
    • Mau Pasang Iklan?
      Anda mau memasang iklan di website ini? atau anda menginginkan agar usaha anda dipublikasikan di website ini dalam bentuk artikel review? Silakan buka halaman kontak ... - #
  • Promosikan Produk Anda!

    http://ppukm.ipbana.com/kontak
  • Links

    • BBRP2B
    • Institut Pertanian Bogor
    • Kementerian Kelautan dan Perikanan
    • Kementerian Negara Koperasi & UKM
    • Kementerian Negara Riset dan Teknologi
    • Kementerian Pendidikan Nasional
    • Kementerian Perdagangan
    • Kementerian Perindustrian
    • Kementerian Pertanian
    • LPPM IPB
    • Pasang Iklan Gratis
  • Admin

  • Log in


PPUKM – IPB © 2009 All Rights Reserved.

Template dimodifikasi oleh Luthfi